Monsieur Ibrahim et les fleurs du Coran

 

Image

Pertama ketemu nih film gara-gara ane lagi searching film-film islami eropa semacam Le Grand Voyage. Ngeliat judul dan reviewnya ane semakin tertarik dan memutuskan untuk mendownloadnya. Ane pun sibuk mencari di situs-situs di tempat ane biasa download film dan hasilnya gak ketemu tapi ane gak pantang menyerah. Akhirnya setelah mencari di sana sini ane ketemu juga link downloadnya. Link download single file dengan size 1.02 GB. Wow. Untuk ukuran ane file film kayak gini susah banget untuk didownload maklumlah kecepatan wifi kampus ane lumayan lelet. Tapi lagi-lagi ane gak menyerah. Karena bulan puasa udah mau dekat keinginan ane buat nonton nih film semakin tinggi aja. Finally setelah gagal hampir 4 kali buat mendownloadnya. Pada percobaan kelima ane berhasil juga mendownloadnya. Nih dia reviewnya dari imdb:

Title: Monsieur Ibrahim (2003)

Director: François Dupeyron

Ratings: 7.3/10 from 7,240 users

Writers: François DupeyronEric-Emmanuel Schmitt (novel)

Stars: Omar SharifPierre BoulangerGilbert Melki 

Plot Summary: In a street called Blue in a very poor neighborhood in Paris, Monsieur Ibrahim is an old Muslim Turkish owner of a small market. He becomes friend of the teenager Jewish Moises, tenderly nicknamed Momo, who lives with his father in a small apartment on the other side of the street. Monsieur Ibrahim gives paternal love and teaches the knowledge of the Qur’an to the boy, receiving in return love and respect. Written by Claudio Carvalho, Rio de Janeiro, Brazil

Kalau baca summary dan rating dari imdb di atas pasti tertarik dong buat nonton. Akan tetapi setelah saya nonton i felt disappointed. Nyesel deh download capek-capek. Masih mending banget film Inch’Allah film Kanada yang dikritik teman saya gak bagus. Harusnya saya lebih jeli dan bener-bener nyari review filmnya lebih lengkap. Jujur saya gak ngerti maksud film ini apa. Jauh banget sama film Le Grand Voyage yang pernah saya tonton di televisi. Dalam film Le Grand Voyage tuh masih dapat feel islamnya walaupun cuman sedikit. Nah di film ini, saya bener-bener gak merasa si Ibrahimnya bener-bener islam. Pokoknya gak deh. Intinya dari ceritanya sendiri dan karakter tokohnya ane gak suka. Gak recommend deh. Kalau judulnya “Ibrahim dan Bunga-bunga Qur’an” bagi saya ini mah “Ibrahim dan Bumbu-bumbu Qur’an”. Islam dan qur’an cuma dijadiin bumbu-bumbu aja. Masa si Ibrahimnya nyaranin si Momo buat ngasih makanan kucing ke ayahnya biar dia bisa mengehemat uang belanja. Padahal dia gak tahu kalo uangnya digunain si Momo buat hal apa. Trus diliatin kalau si Ibrahim juga minum bir. Katanya dia termasuk golongan sufi lah. Tapi mungkin maksud dari film ini bukan menekankan pada islamnya tapi mau menunjukkan aja bahwa dua orang yang berbeda keyakinan dapat saling menyayangi dan menghargai. Mungkin bagi para pengamat, film ini termasuk kategori good movie melihat banyaknya penghargaan yang berhasil didapat. Namun bagi ane, it is a no. A movie that can give you a lesson, passion and after watching it you could say “Wow”, that was i called good movie.

Kesimpulannya: musti hati-hati sebelum mendownload. Jangan sampe nyesal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s