Buta Warna

a. Buta Warna Hijau-Biru

Bila mata tak mempunyai sekelompok sel kerucut penerima warna, orang tersebut tidak akan dapat membedakan beberapa warna dari warna lainnya. Warna hijau, kuning, jingga tua, dan merah adalah warna-warna dengan panjang gelombang antara 525-675 nanometer, yang secara normal dibedakan oleh sel kerucut merah dan hijau. Jika salah satu dan sel kerucut ini hilang, seseorang tidak dapat lagi menggunakan mekanisme ini untuk membedakan keempat warna tersebut. Orang ini khususnya tidak dapat membedakan warna merah dari hijau sehingga dikatakan buta warna merah-hijau.

Orang yang tidak memiliki sel kerucut merah disebut protanopia; seluruh spektrum penglihatannya akan memendek secara nyata pada akhir panjang gelombang yang panjang karena kurangnya sel kerucut merah ini. Penyandang buta warna yang tidak memiliki sel kerucut hijau disebut deuteranopia. Orang ini memiliki lebar spektrum panjang gelombang yang benar-benar normal sebab tersedia sel kerucut merah untuk mendeteksi panjang gelombang warna merah yang panjang.

Buta warna merah-hijau adalah kelainan genetik yang timbul hampir hanya pada laki-laki. Gen-gen pada kromosom X perempuan menyandi untuk masing-masing sel kerucut. Namun buta warna hampir tidak pernah terjadi perempuan karena setidaknya satu dari dua kromosom X hampir selalu memiliki gen normal untuk setiap jenis sel kerucut. Karena laki-laki hanya memiliki satu kromosom X, gen yang hilang dapat menyebabkan buta warna.

Karena kromosom X pada laki-laki selalu diturunkan dari ibu, dan tidak pernah diturunkan dari ayahnya, buta warna diturunkan dari ibu ke anak laki-lakinya, dan ibu tersebut dapat dikatakan carrier buta warna; keadaan tersebut terjadi pada sekitar 8% dari seluruh perempuan.

b. Kelemahan Warna Biru

Jarang terjadi sel kerucut biru saja yang hilang, walaupun kadang-kadang kondisi tersebut tidak memperlihatkan gejala; keadaan ini diturunkan secara genetik dan menimbulkan fenomena yang disebut kelemahan warna biru.

Sumber:
Guyton, A. C., Hall, J. E. 2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Jakarta: EGC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s